“Antara Kritik Sosial dan Provokasi Pemecah Belah”

Sumber Gambar : https://www.hukamanews.com/nasional/46015655255/bendera-anime-one-piece-bikin-pemerintah-serius-kejar-si-pemasang#google_vignette

Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, muncul fenomena yang mengundang banyak tanya: pengibaran bendera bajak laut One Piece oleh sebagian masyarakat. Simbol yang berasal dari budaya populer ini kini hadir di tengah suasana nasionalisme, berdampingan dengan Bendera Merah Putih—bahkan dalam beberapa kasus, menjadi sorotan lebih dari bendera negara itu sendiri.

Fenomena ini dapat dilihat dari dua sisi.
Di satu sisi, ada yang menilai ini sebagai bentuk kritik sosial. Generasi muda, dengan cara kreatifnya, berusaha menyuarakan ketidakpuasan terhadap kondisi bangsa, melalui simbol yang mereka pahami: bendera kelompok bajak laut yang melawan ketidakadilan. Ini bukanlah kebencian pada tanah air, melainkan jeritan hati yang menginginkan perubahan.

Namun di sisi lain, tidak dapat dipungkiri bahwa aksi ini juga bisa dimanfaatkan oleh pihak tertentu sebagai provokasi yang memecah belah persatuan. Menggeser perhatian dari makna sakral kemerdekaan, melemahkan rasa cinta tanah air, hingga menimbulkan gesekan antar kelompok. Dalam sejarah, provokasi kecil sering menjadi api yang membakar persatuan jika tidak diantisipasi dengan bijak.

Sebagai anak bangsa, kita dituntut untuk waspada dan bijak dalam bersikap.
Jangan mudah terprovokasi oleh simbol atau gerakan yang belum tentu jelas maksudnya. Kita harus mampu membedakan antara kritik yang perlu didengar, dan tindakan yang sengaja merusak. Kritik sosial seharusnya disampaikan dengan cara yang tetap menjunjung tinggi kehormatan negara. Dan setiap upaya yang mencoba memecah persatuan, sekecil apapun, harus kita cegah bersama.

Merdeka bukan hanya berarti bebas, tetapi juga bertanggung jawab.
Mari kita jaga Merah Putih, bukan hanya di tiang bendera, tetapi juga di hati kita. Sambil terus membuka telinga terhadap suara rakyat, dan membuka mata terhadap ancaman yang mungkin tersembunyi di balik simbol-simbol yang tampak sederhana.

Tetap waspada. Tetap bijak. Demi Indonesia yang tetap utuh, adil, dan berdaulat.

By : Mas Aan

Post a Comment for "“Antara Kritik Sosial dan Provokasi Pemecah Belah”"